Laman

WELCOME TO MY BLOG

Selasa, 04 Februari 2014



aku mengerti penderitaan mu.

Hati Seorang Ayah siapa yang tahu Suatu ketika, saya bertanya kepada Ayah saya.

"Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian kurus ?"

yang pada saat umur itu aku masih belum mengerti arti sopan santun dalam berbicara

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki."

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut ku, terus menepuk-nepuk bahuku.

kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."

pada umur itu aku selalu berfikir, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan

badannya kian hari kian kurus ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"

pernah aku bertanya pada ibu dan Ibu menjawab : "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban sang Ibu.

dan saat aku tumbuh menjadi dewasa, dan akan memiliki tanggung jawab yang sama aku tersadar aku memberikan sebuah pertanyaan yang kurang ajar

sebuah tulisan yang aku dapat entah dari mana yang selalu ku simpan dalam komputer lama ini. selalu membuka pikiran dan mataku

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akanberusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman,
teduh dan terlindungi.""Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula
untuk melindungi seluruh keluarganya."


"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yangberasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."

"Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantangmenyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnyamatahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."


"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.
Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesame saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya.

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."


"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang
bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya."


"Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia."

aku selalu ingin berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu menghampiri kamar Ayahku yang sedang berdoa lalu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayah. "Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."


mohon maaf anak kedua mu yang nakal ini terlalu malu untuk mengucapkannya secara langsung. tetapi meskipun begitu, disetiap Doaku, selalu ada kedua namamu. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar